Monday, September 10, 2018

MACAM-MACAM LAA

1. Laa Nahiyah
Laa nahiyah adalah huruf لاَ yang berfungsi untuk melarang (diartikan janganlah)
Ciri dari laa nahiyah adalah menjazmkan fi’il mudhori’.
Contoh:
لاَ تَمْزَحْ (Janganlah kamu begurau!)
لاَ تَدْخُلاَ (Janganlah kalian berdua masuk!)
لاَ تَلْعَبُوْا (Janganlah kalian semua bermain!)
2. Laa Nafiyah
Laa nafiyah adalah huruf لاَ yang berfungsi untuk menafikan (diartikan tidak)
Ciri dari laa nafiyah adalah tidak menjazmkan fi’il mudhori’
Contoh:
لاَ تَمْزَحُ (Kamu tidak begurau)
لاَ تَدْخُلاَنِ (Kalian berdua tidak masuk)

لاَ تَلْعَبُوْنَ (Kalian semua tidak bermain)

ADAWAATUL JAAZIMAH

2. Al-Adawatul Jazimah
Al-Adawatul Jazimah adalah alat-alat yang digunakan untuk menjazmkan fi’il
Macam-macam alat penjazm:
a. Alat penjazem yang menjazemkan satu fi’il
Kelompok penjazm satu fi’il
Contoh:
Contoh:
Contoh:
Contoh:
لِيُكْرِمْ صَاحِبُ الْبَيْتِ ضَيْفَهُ (Hendaklah tuan rumah itu menghormati tamunya)
Contoh:
لاَ تَعْبُدُوا أَصْنَامًا (Janganlah kalian menyembah patung-patung!)
b. Alat penjazm yang menjazmkan dua fi’il
Kelompok penjazem dua fi’il
Contoh:
إِنْ تَجْتَهِدْ تَنْجَحْ (Jika engkau bersungguh-sungguh niscaya engkau akan sukses)
Contoh:
مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ (Barangsiapa yang menanam, ia akan menuai)
3. مَا
Contoh:
مَا تَعْمَلْ مِنْ عَمَلٍ يُكْتَبْ (Amalan apasaja yang engkau lakukan, niscaya ia akan dicatat)
Contoh:
مَهْمَا تَقْرَأْ مِنْ كِتَابٍ يَنْفَعْ (Buku apasaja yang engkau baca, tentulah ia akan bermanfaat)
Contoh:
مَتَى تَرْجِعْ أَرْجِعْ (Kapansaja engkau kembali, aku akan kembali)
Contoh:
أَيَّانَ يَذْهَبْ مُحَمَّدٌ أذْهَبْ (Kapansaja Muhammad pergi, saya akan pergi)
Contoh:
أَيْنَ تَهْرُبْ أَقْبِضْ (Kemana saja engkau melarikan diri, akan kutangkap)
Contoh:
حَيْثُمَا تَذْهَبْ أَتَّبِعْ (Kemana saja engkau pergi, aku akan ikut)
Contoh:
كَيفَمَا تَجْلِسْ أَجْلِسْ (Bagaimana saja  engkau duduk, begitulah aku akan duduk)
Contoh:
أَيُّ ءَايَةٍ تَقْرَأْ تُؤْجَرْ (Ayat apasaja yang engkau baca, engkau akan diberi pahala)

AMIL-AMIL FI'IL

عَوَامِلُ الأَفْعَالِ
(Amil-amil pada Fi’il)
1. Al-Adawatun Nashibah
Al-Adawatun Nashibah adalah alat-alat yang digunakan untuk menashobkan fi’il.
Macam-macam alat penashob
Contoh:
Contoh:
لَنْ يَنْجَحَ الْكَسْلاَنُُ (Tidak akan sukses orang yang malas)
Contoh:
إِذَنْ تَنْجَحَ (Jika demikian, engkau akan sukses)
Contoh:
اِجْتَهِدْ يَا أَخِيْ كَيْ تَنْجَحَ (Bersungguh-sungguhlah saudaraku, agar engkau sukses)
Contoh:
اِرْفَعْ صَوْتَكَ لِيَسْمَعُوْا (Angkatlah suaramu, agar mereka dapat mendengar)
Contoh:
مَا كَانَ الْمُسْلِمُ لِيَسْخَرَ أَخَاهُ (Seorang muslim tidak akan mencemooh saudaranya)
Contoh:

Friday, September 7, 2018

CIRI CIRI I'RAB FI'IL

Catatan:
Asal I’rob dari suatu fi’il adalah marfu’. Fi’il ini menjadi berubah I’robnya manakala ada sesuatu yang menyebabkannya menjadi manshub ataupun majzum. Sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan I’rob dari suatu fi’il dikenal dengan nama ‘amil.
SUMBER : http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-36-ciri-irob-fiil.html

FI'IL DILIHAT DARI OBJEKNYA

1. Fi’il Lazim
Fi’il lazim adalah fi’il yang tidak membutuhkan adanya objek (kata kerja intransitif)
Contoh:
قَامَ زَيْدٌ (Zaid berdiri)
حَضَرَ مُحَمَّدٌ (Muhammad telah hadir)
2. Fi’il Muta’addi
Fi’il muta’addi adalah fi’il yang membutuhkan adanya objek (kata kerja transitif)
Contoh:
Cara Membuat Fi’il Muta’addi
1. Dibuat mengikuti wazan (pola) فَعَّلَ
Contoh:
2. Dibuat mengikuti wazan (pola) أَفْعَلَ
Contoh:

PEMBENTUKAN FI'IL MABNI MAJHUL

بِنَاءُ الْمَجْهُوْلِ
(Pembentukan Fi’il Majhul)
Fi’il majhul dibentuk dari fi’il ma’lumnya.
Cara Pembentukan Fi’il Majhul Dari Fi’il Ma’lum.
1. Fi’il Madhi
Dikasroh huruf sebelum terakhir dan di dhommah semua huruf yang berharokat sebelumnya.
Contoh:
2. Fi’il Mudhori’
Difathah huruf sebelum terakhir dan di dhommah huruf pertamanya
Contoh:
Catatan:
Apabila pada fi’il madhi terdapat huruf yang disukun, maka pada saat pembentukan fi’il majhul tidak boleh dijadikan dhommah dan tetap harus disukun.
Contoh:
اِسْتَمَعَ –> اُسْتُمِعَ

SUMBER : http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-30-pembentukan-fiil-majhul.html

PEMBAGIAN FI'IL DILIHAT DARI PELAKUNYA

1. Fi’il Ma’lum
Fi’il ma’lum adalah fi’il yang disebutkan pelakunya (kata kerja aktif)
Contoh:
قَتَلَ الْقَائِدُ الْعَدُوَّ (Panglima itu telah membunuh musuh)
يَكْتُبُ مُحَمَّدٌ الدَّرْسَ (Muhammad sedang menulis pelajaran)
يَفْتَحُ زَيْدٌ البَابَ (Zaid sedang membuka pintu)
يَسْتَمِعُ الحَاضِرُوْنَ الْحِوَارَ (Para hadirin sedang mendengarkan dengan seksama diskusi itu)
2. Fi’il Majhul
Fi’il majhul adalah fi’il yang yang tidak disebutkan pelakunya (kata kerja pasif)
Contoh:
ضُرِبَ الْكَلبُُ (Anjing telah dipukul)
قُتِلَ الْعَدُوُّ (Musuh itu telah dibunuh)
يُكْتَبُ الدَّرْسُ (Pelajaran sedang ditulis)
يُفْتَحُ الْبَابُ (Pintu sedang dibuka)

يُسْتَمَعُ الْحِوَارُُ (Diskusi itu didengarkan dengan seksama)
SUMBER : http://badaronline.com/dasar/bahasa-arab-dasar-29-pembagian-fiil-ditinjau-dari-pelakunya.html