Tuesday, September 25, 2018

JENIS-JENIS ZHARF

A. Zhorof mutashorrif adalah lafazh zhorof yang dapat difungsikan untuk selain zhorof.
Contoh:
يَوْمُ الْجُمُعَةِ يَوْمٌ مُبَارَكٌ (Hari jum’at adalah hari yang diberkahi)
B. Zhorof ghoiru mutashorrif adalah lafazh yang hanya dapat difungsikan sebagai zhorof dan tidak dapat difungsikan untuk yang lainnya.
Di antara contohnya adalah:
Contoh:
لاَتَرْقُدْ قَبْلَ الْوُضُوْءِ (Janganlah kamu tidur sebelum wudhu)

MAF'UULUN FIIH

Maf’ul fih (zhorof) adalah isim yang menunjukkan keterangan waktu atau tempat terjadinya suatu perbuatan.
Contoh:
شَافَرْتُ لَيْلاً (Aku bersafar pada waktu malam)
Catatan:
1. Maf’ul fiih yang digunakan untuk menunjukkan keterangan waktu dikenal sebagai zhorof zaman ظَرْفُ الزَّمَانِ
2. Maf’ul fiih yang digunakan untuk menunjukkan keterangan tempat dikenal sebagai zhorof makan ظَرْفُ الْمَكَانِ
Diantara contoh zhorof zaman adalah:
صَبَاحًا (Pagi hari)
لَيْلاً (Malam hari)
شَهْرًا (Bulan)
تَارَةً (Terkadang)
قَبْلَ (Sebelum)
آنِفًا (Baru saja)
غَدًا (Besok)
اَلآنَ (Sekarang)
أَحْيَانًا (Kadang-kadang)
Diantara contoh zhorof makan adalah:
فَوْقَ (Di atas)
بَيْنَ (Di antara)
عِنْدَ (di sisi)
وَرَاءَ (Di belakang)
تَحْتَ (Di bawah)
حَوْلَ (Sekitar)
يَمِيْنَ (Sebelah kanan)
شِمَالَ (Sebelah kiri)
نَحْوَ (Arah)

Tuesday, September 18, 2018

RINGKASAN MAF"UULUN BIHI

Catatan Maf’ul Bih:
Di dalam satu kalimat, terkadang ditemukan maf’ul bih lebih dari satu.
Contoh:

POSISI MAF'UULUN BIHI PADA KALIMAT

Letak-letak maf’ul bih dalam struktur kalimat:
Contoh:
Contoh:
Contoh:
سَأَلْتُ الأُسْتَاذَ (Aku bertanya kepada ustadz)
Contoh:
أَمَرْتُكَ (Aku memerintahkan kepada kamu)
ضَرَبَهُ (Dia memukulnya)
Contoh:
سَأَلَنِي أُسْتَاذٌ (Seorang ustadz bertanya kepadaku)
رَحِمَكَ اللهُ (Semoga Allah merahmatimu)
Contoh:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ (Hanya kepada-Mu kami menyembah)
خُبْزًا أَكَلْتُ (Aku hanya makan roti)
Faidah tambahan:
Pola ke enam biasanya digunakan untuk pembatasan / pengkhususan.

MAF'UULUN BIHI

Maf'ul bih adalah isim yang menjadi objek dari pelaku.
Contoh:
كَتَبَ الطَّالِبُ الدَّرْسَ (Mahasiswa itu telah menulis pelajaran)
1. Maf’ul bih yang berupa isim mu’rob
Contoh:
2. Maf’ul bih yang berupa isim mabni
Contoh:
رَأَيْتُكَ (Aku telah melihat kamu)
شَاهَدْنَا ذَلِكَ اللَّعِبَ ? (Kami telah menyaksikan permainan itu)

ASMAAUL MANSHUBAAT

RINGKASAN TENTANG BADAL

Catatan:
1. Badal ba’dhi minal kulli dan badal isytimal harus bersambung dengan dhomir yang sesuai dengan mubdal minhu nya.
2. Biasanya badal ditemukan dalam suatu kalimat setelah:
a. Nama orang atau gelar
Contoh:
قَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ (Syaikh Muhammad menulis sebuah risalah yang berfaidah)
b. Isim Isyarat
Contoh:
c. Pembagian
Contoh:
Catatan Khusus:
Apabila badal berupa lafadz ابن, maka mubdal minhu (yang dibadali/kata yang terletak sebelumnya) tidak boleh ditanwin, sedangkan lafadz ابن dihilangkan alifnya (menjadi بن) dan kata yang terletak setelahnya dimajrurkan sebagai mudhaf ilaih
Contoh: